Ternyata, Indonesia Dihantam Krisis Ekonomi, Sejumlah Menteri Gelar Rakor Penyelamatan, SBY Bisa Apa? | Ilmu Islam

Jumat, 23 Agustus 2013

Ternyata, Indonesia Dihantam Krisis Ekonomi, Sejumlah Menteri Gelar Rakor Penyelamatan, SBY Bisa Apa?


anakmuslimtaat - Ternyata, Indonesia sudah mengalami krisis ekonomi akibat melemahnya nilai tukar rupiah dan menurunnya IHSG. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menggelar rapat kordinasi khusus bidang ekonomi dengan para menteri terkait, Kamis (22/8). Rapat digelar guna menghasilkan formulasi demi mengatasi gejala krisis yang terjadi di Indonesia saat ini.

Rapat mulai digelar pukul 13.00 tadi. Para menteri dan pejabat di kementerian nampak sibuk keluar masuk ruangan rapat meskipun rapat masih berlangsung.

Menteri yang hadir antara lain, Menteri Keuangan M Chatib Basri, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pertanian Suswono, Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan para pejabat di kementerian terkait.

Selain para pejabat negara, para pelaku usaha juga diundang dalam rapat tersebut. Antara lain, Rahmat Gobel, Anton Supit, Subronto Laras, Johnny Darmawan, Benny Sutrisno, Sofjan Wanandi, Mintarjo Halim, Shinta Widjaja Kamdani.

Di sela rapat, Hatta Rajasa menegaskan kepada wartawan hasil rapat terkait formulasi kebijakan atasi kriris tersebut akan selesai malam ini. Hatta berharap gejala krisis di indonesia yang ditandai pelemahan rupiah dan anjloknya IHSG tersebut dapat terobati.

"Hasil rapat itu bapak presiden yang akan mengumumkan,sekarang sudah kita siapkan. Initiny kita menjaga stabilitas ekonomi. Jadi hasinya besok akan bapak presiden sampaikan di istana. Saya tidak akan menyampaikan saat ini karena tak ingin mendahului presiden," singkat Hatta.

Diteengah-tengah rapat, Hatta masih sempat melakukan pertemuan dengan perwakilan Volks Wagoon (VW). Perusahaan otomotif kelas dunia tersebut dikatakan akan melakukan investasi pada tahun ini. "Investasi itu tidak berhenti, ini saya menerima VW yang mau investasi sekarang, tahun ini juga," kata Hatta

Sementara Hatta menemui pihak VW, MS Hidayat mengatakan, hari ini, kementerian ekonomi mengelar rapat marathon hingga malam nanti.

"Ini kita ditugaskan untuk selesaikan regulasi yang mau diumumkan presiden besok jam 10.00.  Jadi sekarang rapat, nanti malam rapat lagi di wapres. Besok diputuskan, baru diumumkan," ujar hidayat kepadda wartawan
Sementara kementeriannya menurut Hidayat, sedang menyiapkan regulasi terkait dengan pengupahan. Regulasi tersebut akan ditetapkan dalam bentuk istruksi Presiden (inpres) nantinya.
"Saya sendiri coba susun suatu inpres yang isinya berikan guidance kepada pejabat pemerintah, apakah itu bupati, walikota, gubernur manakala mereka harus memutuskan soal upah. Itu ada aturannya,"demikian Hidayat.

Besok, SBY Bertindak
Pemerintah tengah merumuskan paket kebijakan dan tindakan pengelolaan ekonomi untuk menjaga stabilitas keuangan dan pertumbuhan. Dalam dua hari ke depan, para menteri teknis bidang ekonomi akan memberikan pernyataan terkait langkah apa yang akan diambil.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Rabu (21/8) siang, usai memimpin rapat terbatas kabinet bidang perekonomian. Ketika memberi keterangan, Presiden didampingi Wapres Boediono.

"Pada hari Jumat (23/8) pagi akan saya putuskan sebagai paket kebijakan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ekonomi saat ini dan pada hari itu pula akan diumumkan oleh para menteri teknis," ujar Presiden SBY.

"Saya berharap kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung langkah pemerintah mengatasi permasalah ekonomi saat ini," SBY menambahkan.

Beberapa hari terakhir ini terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang cukup signifikan. Hal itu diikuti dengan menurunnya indeks harga saham gabungan (IHSG). Ada dua faktor penyebab penurunan tersebut. Pertama, ditetapkannya kebijakan moneter di Amerika Serikat yang berpengaruh terhadap situasi keuangan di banyak negara. Sedangkan faktor lainnya adalah ekspor Indonesia yang menurun akibat ekonomoni dunia sedang mengalami resesi.

Impor Indonesia, lanjut Presiden SBY, saat ini masih tinggi. Hal ini mempengaruhi neraca perdagangan. "Ada kekhawatiran dari pasar, baik luar maupun dalam negeri, kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun tajam," SBY menjelaskan.

Kala neraca pembayaran dan perdagangan defisit maka bukan tidak mungkin ke depan ekonomi Indonesia akan terus memburuk. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di papan tengah kalau dibandingkan dengan negara Asia lainnya.

Presiden berharap pertumbuhan ekonomi tidak mengalami perlambatan yang tajam. Sebelum ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan 6.3 persen. Dengan adanya dampak akibat kebijakan pengurangan stimulus fiskal (quantitative easing) di AS, perlu kerja keras bersama untuk mewujudkan terget pertumbuhan tersebut.

"Untuk mencapai 6.3 persen barangkali berat bagi Inodnesia. Oleh karena itu kita harus bekerja sangat keras. Saya mengajak semua pihak, pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha untuk bekerja sekuat tenaga agar seandainya terjadi penurunan pertumbuhan tidak sangat tajam," ujar Presiden SBY.

Sebelum memberikan keterangan pers, Presiden SBY menggelar rapat terbatas yang dihadiri, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menkeu Chatib Basri, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menperin MS Hidayat, dan Mendag Gita Wirjawan. Hadir pula Gubernur BI Agus Martowardojo.[dit/ian/rmol]

Ternyata, Indonesia Dihantam Krisis Ekonomi, Sejumlah Menteri Gelar Rakor Penyelamatan, SBY Bisa Apa? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

 

Top