Negeri Para Pejabat Pemarah: SBY, Ani, Jokowi, Megawati & Ahok | Ilmu Islam

Rabu, 23 Oktober 2013

Negeri Para Pejabat Pemarah: SBY, Ani, Jokowi, Megawati & Ahok


BEKASI Sepekan terakhir kita menyaksikan negeri dengan korupsi akut dan mendarah daging hingga ke sanak keluarga ternyata juga digelari sebagai negeri dengan pejabat yang gampang marah. Lihat saja faktanya, ingat ini fakta, bukan fitnah lho. Mari belajar mengatasi kemarahan yang tak perlu, apalagi kaya anak 4l4y marah di depan publik dan social media.. :)

1. SBY marah atas kasus Bunda Putri 
Kita masih ingat hari Kamis pekan lalu Presiden SBY begitu marah dan geram serta menyebut LHI 2.000 persen bohong karena dikaitkan soal “Bunda Putri”. SBY pun berjanji kepada rakyat Indonesia akan mengungkap kepada publik siapa ‘bunda putri’ ini dalam 1-2 hari. Tiba-tiba sekarang SBY melalui Jubir dan staf khusus Presiden mengatakan tidak akan mengungkap ke publik.

Anehnya, waktu umat Islam membutuhkan sikap tegas presiden perihal kudeta Mesir malah menujukkan 'keprihatinannya'.. sekedar prihatweet!

2. Ani Yudhoyono memaki dengan kata 'bodoh' di media sosial
Ibu Ani Yudhoyono marah besar di Instagram, apa lacur? Hal ini gara-gara komentar di akun media sosial berbagi foto instagram tersebut. Sampai-sampai Ani, yang memiliki akun @aniyudhoyono, menggunakan kata "bodoh" untuk membalas komentar dari akun @erie_nya.

Pada profil @erie_nya, diterangkan bahwa pemilik akun adalah Erie Prasetyo. Erie mengomentari foto Ani bersama keluarga, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat berkunjung ke Pantai Klayar, Donorojo, Pacitan. Turut berpose dalam foto tersebut putra sulung Agus Harimurti dan istrinya, Annisa Pohan, serta anak mereka Almira Tunggadewi. SBY sekeluarga mengenakan batik saat berpose di karang-karang pinggir pantai.

Setelah protes dengan komentar Erie, Ani juga menulis "Baju batik sudah dikenakan di mana-mana, bukan hanya untuk acara resmi saja, namun juga acara setengah resmi, bahkan santai," ujarnya.

"@erie_nya Subhanallah, komentar anda yang sangat bodoh. Kok anda tidak berpikir bahwa kami sedang melakukan kunjungan dan mampir sebentar ke pantai itu sekalian lewat?Come on, apa tak ada komentar lain yang lebih bisa diterima siapa saja?" tulis Ani dalam kolom komentar Instagram-nya pada Rabu, 16 Oktober 2013.

Komentar @erie_nya yang membuat Ani geram belakangan dihapus. Namun, bukan hanya Ani yang keberatan dengan komentar dari @eri_nya. Akun lain pun menghujani @erie_nya dengan komentar kecaman. Akun @Dwiafifah misalnya, meminta @erie_nya menggunakan kata-kata yang sopan

3. Megawati marah
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan marah-marah di depan ribuan massa yang mengikuti deklarasi pasangan Calon Gubenur Jawa Timur dari PDIP, Bambang DH-Said Abdullah. Ia kecewa massa yang hadir tidak menyimak pidatonya.

"Diam, coba diam satu menit saja," katanya, kepada ribuan massa yang mengikuti deklarasi Bambang-Said sebagai Calon Gubenur dan Wakil Gubenur Jawa Timur, di lapangan Kota Blitar, Sabtu, 6 Juli 2013.

Namun, meski intonasi suara Mega semakin dikeraskan, massa masih saja ribut sendiri, malah semakin bersorak-sorak. Merasa intruksinya tidak didengar, Mega meminta agar semua massa yang berdiri di depan panggung duduk di tanah, namun lagi-lagi mereka tidak menggubris.

Akhirnya Megawati pasrah dengan muka yang sedikit murung. "Biarkan, setiap acara pasti ada pengacau, suruh mereka dibelakang saja," ujarnya.

4. Jokowi marah melempar buntelan berkas
Gubernur DKI Joko Widodo naik pitam dan melempar buntelan berkas saat ia mengunjungi Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Jumat (18/10/2013) siang. Sebundel data yang dia pegang dilempar ke salah satu meja pejabat itu hingga mengagetkan semua yang ada di ruangan. 

Seusai dipastikan bahwa urusan itu ada di lantai tiga, Jokowi pun beranjak pergi. Rupanya, di lantai yang dimaksud, suasana tampak sepi. Hanya tampak sekitar enam atau tujuh orang PNS yang tersebar di ruangan luas itu. Kemarahan memuncak ketikan di meja Kasudin KUKMP Jakarta Timur Johan Afandi tampak sepi. Ia menginstruksikan anak buahnya untuk memanggil, baik sang Kasudin maupun staf lainnya. Orang yang dimaksud tak kunjung menampakkan batang hidungnya. 

Jokowi yang masih memegang sebundel data TDP beranjak pergi tanpa mengatakan sesuatu apa pun. Sebundel data itu dilemparkan begitu saja ke salah satu meja di ruangan itu hingga menimbulkan bunyi keras, brakk!

Para PNS hanya bisa melongo atas perilaku sang Gubernur yang lain dari biasa. "Ya ampun, buka kaca aja enggak," ujar salah satu PNS yang melihat aksi Jokowi tersebut. 

5. Ahok Marah (lagi)
Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengancam stasiun televisi TVOne agar tidak merusak citra Jokowi-Ahok dengan cara membuat  statement yang mengada-ada.

Peringatan Ahok itu disampaikan dalam wawancara live di program “Apa Kabar Indonesia Pagi” TVOne, Selasa (22/10). Reporter TVOne Andromeda Mercury yang mewawancarai Ahok, sempat dibuat grogi.

“Saya ingatkan TVOne, janganlah membuat statmen-statmen yang mengada ada dan merusak citra kami di mata masyarakat. Kami sudah cukup menjalankan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku, kalau memang kedapatan kami melanggar aturan kami siap dihukum!” tegas Ahok.

Dalam kesempatan itu Ahok juga menyatakan tersinggung dengan tayangan ituTVOne yang menghadirkan pengamat politik Ihsanuddin Noersyi.  “Saya sangat tersinggung sekali waktu melihat tayangan TV One tadi malam, masak enak saja pengamat politik Noersyi itu mengatakan bahwa dana untuk membuat lubang-lubang resapan air itu mencapai angka Rp. 1,5 Milyar dari mana dia dapat angka-angka yang gak masuk akal itu,” tegas Ahok 

Ahok yang dikenal kerap marah-marah di youtube ini juga termasuk yang tidak amanah. Ia tidak pernah menyelesaikan masa jabatan sampai dengan selesai. Sejak dari Bupati Bangka Belitung, kutu loncat jadi anggota legislatif DPR RI. Lalu dari Golkar sampai jadi Wakil Gubernur DKI. Kalo Jokowi nyapres 2014, ia akan meninggalkan posisinya kembali dan 'naik ranjang' jadi Gubernur DKI.

Duh, negeri yang malang, sudah tipu daya pejabatnya luar biasa malah ditambah perilaku mereka yang mudah marah di hadapan publik, jangan-jangan mereka tidak shalat dan menjaga wudhunya, wallahu 'alam

Lalu bagaimana cara menekan amarah?  Berikut 9 cara mengendalikan marah menurut Islam:
1. Jangan marah kecuali karena Allah SWT. Marah karena Allah merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan pahala. Seorang Muslim yang marah karena hukum Allah diabaikan merupakan contoh marah karena Allah, misalnya marah ketika menyaksikan perbuatan haram.
2. Berlemah lembut dan tak marah karena urusan dunia. Sesungguhnya semua kemarahan itu buruk, kecuali karena Allah SWT. Marah kerap berujung pada pertikaian dan perselisihan yang dapat menjerumuskan memutuskan silaturahim.
3. Mengingat keagungan dan kekuasaan Allah ketika marah. Ketika mengingat kebesaran Allah SWT, maka kemarahan bisa diredam. Bahkan, mungkin tak jadi marah sama sekali. Itulah adab paling bermanfaat yang dapat menolong seseorang untuk berlaku santun dan sabar.
4. Menahan dan meredam amarah jika telah muncul. Allah SWT menyukai seseorang yang dapat menahan dan meredam amarahnya. Allah SWT berfirman, 
Dari Muadz bin Anas Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قادرٌ على أنْ يُنفذهُ دعاهُ اللَّهُ سبحانهُ وتعالى على رءوس
الخَلائِقِ يَوْمَ القيامةِ حتَّى يُخيرهُ مِنَ الحورِ العين ما شاءَ
“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani)
5. Berlindung kepada Allah ketika marah. Nabi SAW bersabda, “Jika seseorang yang marah mengucapkan; ‘A’uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT) niscaya akan reda kemarahannya.” (HR Ibu ‘Adi dalam al-Kaamil.) 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliaupun meminta salah satu sahabat untuk mengingatkannya, agar membaca ta’awudz, A-‘udzu billahi minas syaithanir rajim..
وَقَالَ: له أحد الصحابة «تَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ» فَقَالَ:
أَتُرَى بِي بَأْسٌ، أَمَجْنُونٌ أَنَا، اذْهَب
“Salah satu temannya mengingatkan orang yang sedang marah ini: ‘Mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan setan!’ Dia malah berkomentar: ‘Apakah kalian sangka saya sedang sakit? Apa saya sudah gila? Pergi sana!’ (HR. Bukhari 6048).
6. Diam. Rasulullah SAW bersabda, “Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR Ahmad). Terkadang orang yang sedang marah mengatakan sesuatu yang dapat merusak agamanya, menyalakan api perselisihan dan menambah kedengkian.
7. Mengubah posisi ketika marah. Mengubah posisi ketika marah merupakan petunjuk dan perintah Nabi SAW. Nabi SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring.” (HR Ahmad).
8. Berwudhu atau mandi. Marah adalah api setan yang dapat mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya urat syaraf. 
Marah dari setan dan setan terbuat dari api. Padamkan dengan air yang dingin.
Terdapat hadis dari Urwah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan,
إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا
تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ
Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)
9. Memberi maaf dan bersabar. Orang yang marah sudah selayaknya memberikan ampunan kepada orang yang membuatnya marah. Allah SWT memuji para hamba-Nya “… dan jika mereka marah mereka memberi maaf.” (QS Asy-Syuura:37).
Itulah 9 cara yang bisa kita lakukan untuk meredam kemarahan. Insya Allah kita dapat termasuk ke dalam golongan bersabar dan memperoleh imbalan indah bertemu dengan bidadari surga dan dimuliakan-Nya. (AbuBakr/voa-islam)

Negeri Para Pejabat Pemarah: SBY, Ani, Jokowi, Megawati & Ahok Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

 

Top