Anak Mengidolakan Tokoh Negatif, Wajarkah? | Ilmu Islam

Minggu, 16 Februari 2014

Anak Mengidolakan Tokoh Negatif, Wajarkah?

Lady Gaga Anak Mengidolakan Tokoh Negatif, Wajarkah?
KETIKA kecil dulu, biasanya kita mempunyai tokoh atau karakter idola yang sangat kita sukai. Entah itu tokoh superhero, tokoh animasi, idola atau penyanyi cilik, artis dan lain-lain. Tidak terkecuali anak kita sekarang juga bahkan mempunyai atau memiliki tokoh idolanya sendiri tentunya.
Anak-anak juga cenderung bisa mengidolakan tokoh superhero seperti Power Rangers, Ben 10, atau tokoh kartun lainnya. Namun ternyata anak di zaman sekarang ini tidak hanya mengidolakan tokoh-tokoh favorit yang umum untuk usia mereka, namun juga para penyanyi atau artis yang jauh dari usia mereka.
Sebenarnya hal-hal tersebut tidak masalah, jika tidak menimbulkan dampak yang negatif bagi si anak itu sendiri. Memiliki tokoh idola terkadang juga bisa meningkatkan daya imaginasi dan kreatifitas sang anak.
Seperti contohnya anak yang mengidolakan Sherina atau Afgan, ingin menjadi penyanyi seperti mereka. Jika mereka mengidolakan Batman atau Spider-Man, mereka bisa ingin menjadi pahlawan dan berusaha berbuat baik seperti tokoh idola mereka tentunya.
Namun bagaimana jika anak cenderung mengidolakan tokoh yang kurang baik? Hal ini wajar atau bisa terjadi karena disini ada beberapa faktor yang menjadikan seorang anak memiliki idola yang kurang baik untuk mereka, di antaranya adalah yang pertama orangtua kurang mendampingi dan mengawasi apa saja yang anak lakukan, seperti apa yang mereka tonton, apa yang mereka dengarkan dan apa yang mereka cari tahu lewat internet, koran, majalah atau juga buku.
Yang kedua karena juga faktor lingkungan sekeliling kita yang sering memperdengarkan, memperlihatkan tontonan atau musik yang umunya untuk orang dewasa, jarang sekarang ini lagu atau acara untuk anak-anak diputar setiap harinya.
Untuk mencegah atau mengurangi anak agar tidak mengidolakan idola yang kurang baik untuk mereka, para orang tua harus melakukan beberapa tindakan seperti mencegah sang anak agar tidak terlalu fanatik dengan idolanya dengan cara mengurangi tontonan atau bacaan tentang idolanya serta tidak memberikan barang yang menyangkut idolanya tersebut.
Karena dengan mengidolakan sesuatu atau seseorang bisa mempengaruhi karakter atau tingkah laku sang anak pula, jika idola mereka tidak baik maka ada kecenderungan mereka akan meniru apa yang dilakukan oleh idolanya pula.
Yang berikutnya adalah mencoba memberikan batasan dan pengertian yang baik kepada sang anak agar mereka mengerti. Yang terakhir carilah kegiatan atau aktivitas lain untuk sang anak yang sesuai dengan umur anak Anda agar anak bisa lupa dengan idolanya yang sebelumnya.

Sumber : http://www.islampos.com/anak-mengidolakan-tokoh-negatif-wajarkah-97887/

Anak Mengidolakan Tokoh Negatif, Wajarkah? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

 

Top